DPMPTSP Bontang Angkat Nilai Kejujuran Lewat Lakon “Cupak dan Gerantang” di Bontang City Carnaval 2025

Dari balik busana adat Bali yang anggun, rombongan DPMPTSP Bontang menampilkan kisah klasik Cupak dan Gerantang, lakon sarat pesan moral tentang kejujuran yang tak lekang oleh waktu.

DPMPTSP Bontang2984 Views

Adakata.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang tampil berbeda dalam gelaran Bontang City Carnaval 2025, Sabtu (25/10/2025). Bersama Paguyuban Sameton Bali, mereka menampilkan lakon klasik berjudul “Cupak dan Gerantang,” kisah legendaris dari Bali Timur yang sarat pesan moral tentang kejujuran dan ketulusan hati.

Dengan nomor urut lima dalam kategori budaya, rombongan DPMPTSP membawa suasana khas Pulau Dewata lewat busana, tarian, dan dialog teatrikal. Kisah ini mengisahkan dua bersaudara dengan sifat bertolak belakang: Cupak yang licik dan serakah, serta Gerantang yang jujur dan berani.

Sekretaris DPMPTSP Bontang, Vinson, mengatakan, penampilan ini merupakan bentuk partisipasi aktif pihaknya dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menyampaikan nilai-nilai moral kepada masyarakat.

“Kami ingin menanamkan pesan bahwa kejujuran dan ketulusan akan selalu menang, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memberikan pelayanan publik,” ujar Vinson kepada wartawan Adakata.id.

Ia menambahkan, pemilihan lakon Cupak dan Gerantang juga menggambarkan filosofi kerja aparatur pemerintah yang harus menjunjung tinggi integritas.
“Dalam dunia pelayanan, kadang kita diuji dengan godaan. Melalui kisah ini, kami ingin mengingatkan diri sendiri dan masyarakat bahwa nilai kejujuran adalah pondasi utama,” tuturnya.

Selain menghibur, penampilan DPMPTSP menjadi contoh kolaborasi lintas komunitas antara instansi pemerintah dan masyarakat. DPMPTSP menggandeng Paguyuban Sameton Bali untuk menghadirkan tampilan budaya yang autentik, lengkap dengan properti, musik, dan tarian khas Bali.

Vinson menyebut, kolaborasi ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas Kota Bontang.

“Bontang ini miniatur Indonesia. Melalui panggung budaya seperti ini, kami ingin memperkuat pesan toleransi dan persaudaraan antarwarga,” katanya.

Pesan moral dari kisah Cupak dan Gerantang pun terasa relevan dengan kehidupan saat ini. Bahwa keuletan, keberanian, dan keteguhan hati akan selalu mengalahkan sifat serakah dan iri hati , nilai yang sejalan dengan semangat pelayanan publik yang bersih dan berkeadilan. (adv/dpmptsp)

Penulis/Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *