Utang Bankaltimtara Lunas, Aulia Ungkap Cara Unik Warga Danau Semayang Kendalikan Hama

Utang Pemkab Kutai Kartanegara di Bankaltimtara dipastikan telah lunas sesuai nilai pinjaman. Di sisi lain, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyoroti praktik pertanian warga Danau Semayang yang memanfaatkan lahan saat air danau surut, termasuk cara pengendalian hama yang disebut menggunakan solar.

Adakata.id, Tenggarong Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memastikan pinjaman Pemerintah Kabupaten Kukar di PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) telah dilunasi. Di sisi lain, ia turut menyoroti praktik pertanian musiman masyarakat di kawasan Danau Semayang yang memanfaatkan surutnya permukaan air untuk menanam padi.

Aulia mengatakan kewajiban Pemkab Kukar kepada Bankaltimtara telah dibayarkan sesuai nominal pinjaman.

“Utang Bankaltimtara kita sudah lunas. Ya, kita sudah membayar sesuai dengan jumlah pinjaman yang ada,” ujar Aulia saat ditemui wartawan di Tenggarong, Kamis (24/9/2026).

Menurut Aulia, pinjaman tersebut merupakan utang jangka pendek yang harus diselesaikan sebelum berakhirnya tahun anggaran berjalan.

Setelah pembayaran dilakukan, Pemkab Kukar kini menyelesaikan proses administrasi dan penatausahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sekarang kami dalam tahap melakukan proses penatausahaannya sehingga ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kan memang utang kita itu jangka pendek, harus dilunasi sebelum habis masa tahun anggaran,” tegasnya.

Selain persoalan keuangan daerah, Aulia menanggapi aktivitas pertanian masyarakat di kawasan Danau Semayang.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, warga memanfaatkan lahan yang muncul ketika permukaan air danau surut untuk menanam padi. Tanaman tersebut kini disebut mulai tumbuh.

Aulia menyebut praktik pertanian masyarakat di kawasan tersebut memiliki sejumlah pengetahuan lokal yang menurutnya menarik untuk diperhatikan, termasuk cara warga menangani hama tanaman.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian warga menggunakan cairan solar untuk mengendalikan hama tanaman, alih-alih menggunakan pestisida.

“Di sana ada yang lebih unik lagi, biasanya pengendalian hama menyemprot dengan pestisida, tetapi orang di sana mengendalikan hama menyemprot dengan solar, nanti kita lihat kearifan budaya yang ada di Semayang,” ungkap Aulia.

Pemerintah daerah, lanjut Aulia, akan memantau perkembangan pertanian musiman tersebut hingga memasuki masa panen.

Ia berharap upaya masyarakat memanfaatkan lahan saat air Danau Semayang surut dapat menghasilkan panen yang baik sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

“Mudah-mudahan apa yang diikhtiarkan oleh warga masyarakat Semayang ini bisa didapatkan hasil panen yang melimpah,” jelasnya. (Am/Advdiskominfokukar)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *