
Adakata.id, Tenggarong – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk mendukung aktivitas perikanan dan meningkatkan efisiensi kegiatan nelayan, baik di wilayah pesisir maupun perairan darat.
Saat ini, DKP Kukar mencatat terdapat tiga TPI yang telah dibangun di sejumlah wilayah potensial, yakni di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun; Kelurahan Kuala, Kecamatan Samboja; serta Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana. Namun, pemanfaatan ketiga fasilitas tersebut masih membutuhkan penyelesaian dan penambahan sarana pendukung.
Kepala Bidang Perizinan, Pengelolaan TPI, dan Pengendalian Sumber Daya Ikan (PSDI) DKP Kukar, Asli Husaini, menjelaskan bahwa TPI di Kelurahan Kuala, Samboja, telah beroperasi untuk melayani aktivitas pendaratan dan pelelangan ikan.
Sementara itu, TPI di Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, masih membutuhkan fasilitas sandaran kapal. Adapun TPI di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, memerlukan tambahan sarana pendukung agar dapat berfungsi secara optimal.
“Untuk TPI di Sungai Mariam, Anggana, saat ini kami sedang mengupayakan pembangunan fasilitas sandaran kapal. Kami berharap alokasi pendanaannya dapat terealisasi. Sementara itu, TPI di Desa Liang, Kota Bangun, masih memerlukan penambahan sarana pendukung agar dapat berfungsi optimal pada 2027,” jelas Asli, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, keberadaan TPI maupun tempat pendaratan ikan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas nelayan. Dengan memusatkan kegiatan pendaratan dan bongkar muat hasil tangkapan di satu lokasi, proses penanganan ikan diharapkan menjadi lebih tertib dan efisien.
Selain mendukung aktivitas pelelangan, kawasan TPI juga berpotensi dikembangkan sebagai pusat pemenuhan kebutuhan melaut, termasuk pasokan es batu dan bahan bakar minyak (BBM).
“Jika aktivitas nelayan terpusat di satu lokasi TPI, pemerintah daerah akan lebih mudah memikirkan ketersediaan pasokan es batu hingga bahan bakar minyak (BBM). Ke depan, di TPI-TPI tersebut idealnya disiapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN),” paparnya.
Asli menilai, kelengkapan sarana pendukung di kawasan TPI dapat membantu mengurangi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan nelayan untuk memperoleh kebutuhan melaut. Dengan begitu, nelayan bisa lebih fokus pada kegiatan penangkapan ikan dan pemasaran hasil tangkapan.
“Ini lebih efektif dan efisien bagi nelayan kita. Cukup di satu lokasi TPI, seluruh kebutuhan melaut terpenuhi dan hasil tangkapan bisa langsung ditransaksikan,” tutup Asli. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id






