Adakata.id — Selama puluhan tahun, Bontang dikenal sebagai kota industri, rumah bagi pabrik raksasa dan tenaga kerja dari berbagai penjuru. Namun, geliat baru kini muncul dari arah yang berbeda. Di tengah aroma kopi, toko daring, dan kursus keterampilan, ekonomi rakyat mulai mengambil tempat.
Hingga Oktober 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan. Angka ini bukan sekadar data administratif, tapi cermin semangat baru warga Bontang yang kian percaya diri menekuni usaha mandiri.
“Sekarang banyak warga yang tidak lagi hanya bergantung pada industri besar. Mereka berani membuka usaha sendiri karena sistem perizinan semakin mudah,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Jumat (7/11/2025).
Melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, pengurusan izin kini bisa dilakukan tanpa perlu datang ke kantor pemerintah. Cara ini membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk menata legalitas sekaligus mengakses berbagai program pengembangan usaha.
Data dari Dashboard OSS-RBA menunjukkan, total 7.210 proyek usaha aktif kini berjalan di Bontang. Sebanyak 66,4 persen di antaranya masuk kategori risiko rendah, sektor-sektor yang erat dengan aktivitas masyarakat seperti perdagangan, kuliner, hingga jasa pendidikan nonformal.
“Distribusi ini menunjukkan ekonomi Bontang mulai beragam dan tidak lagi terpusat di sektor industri berat,” jelas Aspiannur.
Pemerintah Kota Bontang pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif dan jasa, dengan menghadirkan kemudahan perizinan serta pelatihan bagi UMKM. Selain itu, DPMPTSP juga menerbitkan ratusan izin tambahan seperti izin praktik tenaga kesehatan, reklame, dan kesesuaian pemanfaatan ruang (KKPR).
Bagi Aspiannur, arah baru ini bukan sekadar administrasi, melainkan bagian dari visi besar: menjadikan Bontang sebagai kota investasi yang berkelanjutan, tapi juga manusiawi.
“Bontang harus tumbuh bersama warganya. Kami ingin ekonomi yang kuat sekaligus inklusif,” ujarnya.
Dari pabrik hingga kedai kopi, dari pelabuhan hingga pasar, Bontang kini tengah menulis babak baru perjalanan ekonominya, di mana keberanian warga untuk berwirausaha menjadi motor utama perubahan. (Adv/DPMPTSP Bontang)
Penulis: Redaksi Adakata.id






