Bontang Lestari Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru, 18 Peluang Investasi Resmi Dipetakan

Pemerintah Kota Bontang tancap gas menyiapkan Bontang Lestari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui pemetaan 18 peluang investasi strategis, kawasan ini diproyeksikan menjadi magnet industri modern yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur.

DPMPTSP Bontang1189 Views

Adakata.id – Pemerintah Kota Bontang mulai menata langkah besar untuk menjadikan Bontang Lestari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah merampungkan pemetaan 18 peluang investasi strategis yang diproyeksikan sebagai fondasi pengembangan kawasan industri masa depan.

Pemetaan ini tidak hanya menyusun daftar sektor potensial, tetapi juga menjadi peta jalan jangka panjang agar pengembangan kawasan industri Bontang Lestari berlangsung lebih terarah, kompetitif, dan menarik bagi investor nasional hingga global.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyampaikan bahwa pemetaan dilakukan melalui analisis yang mempertimbangkan potensi geografis, kesiapan infrastruktur, rantai pasok industri, serta kebutuhan sektor-sektor unggulan di masa depan.

“Kami telah memetakan 18 peluang investasi di kawasan peruntukan jenis usaha yang sangat potensial,” ujarnya, Kamis (20/11/2025). Ia menegaskan, daya tarik kawasan ini semakin kuat karena didukung regulasi yang matang serta letak strategis sebagai hub industri di Kalimantan Timur.

Dari 18 peluang investasi tersebut, beberapa sektor diprediksi menjadi magnet utama bagi investor. Di antaranya:

  1. Pembangunan pelabuhan sebagai tulang punggung logistik kawasan
  2. Industri pengolahan limbah B3 untuk mendukung aktivitas industri
  3. Industri farmasi dan pengalengan ikan yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal
  4. Pengolahan rumput laut, pergudangan, serta industri energi seperti biodiesel dan gliserin

Pemerintah juga memberi perhatian besar pada sektor berbasis soda ash, yang memiliki turunan industri bernilai tinggi seperti kaca, keramik, panel surya, natrium bikarbonat, hingga natrium nitrat. Industri kosmetik dan perawatan turut dipetakan karena relevan dengan pemanfaatan gliserin.

Selain itu, dua sektor pendukung, yakni pembangunan pasar dan terminal kawasan didorong untuk memperkuat rantai distribusi dan konektivitas kawasan industri.

Karel menegaskan bahwa seluruh rencana investasi diarahkan pada konsep industri ramah lingkungan. Pemerintah tidak ingin pengembangan kawasan industri meninggalkan aspek keberlanjutan.

“Kami membuka peluang bagi investor, tetapi tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Semua yang masuk harus sejalan dengan visi keberlanjutan kota,” tegasnya.

Dengan selesainya pemetaan tersebut, DPMPTSP berharap pelaku usaha dapat melihat bahwa Bontang Lestari benar-benar siap berkembang sebagai kawasan industri terpadu yang modern, berdaya saing, dan potensial menjadi motor ekonomi baru di Kalimantan Timur.

“Dengan 18 sektor ini, harapannya bisa menjadi sinyal kuat bahwa Bontang tidak hanya membuka ruang investasi, tetapi juga menawarkan arah pembangunan yang terencana, hijau, dan prospektif bagi masa depan kota,” jelasnya. (adv/dpmptspbontang)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *