Adakata.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyampaikan perkembangan program alokasi anggaran Rp100 juta per rukun tetangga (RT) serta penanganan stunting di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan anggaran Rp100 juta per RT yang dialokasikan melalui kecamatan hingga kini tetap utuh dan tidak mengalami pemotongan.
“Jumlahnya tidak pernah dipotong, sampai dengan saat ini masih utuh Rp100 juta teranggarkan di kecamatan. Laporan yang kami terima, anggaran tersebut sudah digunakan oleh camat untuk membayar insentif pengurus RT mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara, selama tujuh bulan, terhitung sejak Januari hingga Agustus,” jelas Arianto dalam wawancara daring, Selasa (22/9/2026).
Menurut Arianto, alokasi tersebut salah satunya digunakan untuk membayarkan insentif pengurus RT. Setelah pembayaran insentif dituntaskan, sisa anggaran direncanakan mulai digunakan untuk program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat RT pada Oktober 2026.
“Selesainya pembayaran insentif ini, kita rencanakan mudah-mudahan di Oktober sudah bisa mulai digunakan untuk pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat di tingkat RT,” tambahnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari tingkat RT.
Di sisi lain, Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Kalimantan Timur dalam penilaian desa berkinerja terbaik untuk program percepatan penanganan stunting.
Capaian tersebut membuat Desa Kahala ditunjuk mewakili Kaltim untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional.
“Tahun ini Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, terpilih menjadi juara satu tingkat provinsi atas kinerja baik percepatan penanganan stunting. Saat ini Desa Kahala mewakili Kaltim untuk penilaian di tingkat nasional,” kata Arianto.
Tahapan penilaian tingkat nasional telah memasuki proses verifikasi dokumen dan wawancara oleh tim penilai dari pemerintah pusat.
Arianto berharap Desa Kahala dapat meraih hasil terbaik pada penilaian tingkat nasional sekaligus menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan upaya percepatan penurunan stunting.
“Harapannya Desa Kahala bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara maupun Indonesia dalam menekan angka stunting,” ujarnya. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id






