DPMPTSP Bontang dan Semeton Bali Hadirkan Pesona Pulau Dewata di BCC 2025

Warna-warni budaya Bali akan mewarnai Bontang City Carnival (BCC) 2025. DPMPTSP Kota Bontang berkolaborasi dengan Paguyuban Semeton Bali untuk menampilkan pesona Pulau Dewata lewat tarian, busana, dan properti khas dalam karnaval tahunan itu.

DPMPTSP Bontang3031 Views

Adakata.id – Di halaman kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, suara gamelan pelan-pelan mengisi udara pagi. Beberapa pegawai tampak mengenakan kain khas Bali, sibuk menyesuaikan kostum dan memastikan setiap detail penampilan siap. Di bawah cahaya matahari yang mulai hangat, gladi bersih itu menjadi penanda: Bontang City Carnival (BCC) 2025 tinggal menghitung jam.

Tahun ini, DPMPTSP tak sendiri. Mereka berkolaborasi dengan Paguyuban Semeton Bali Bontang untuk menghadirkan nuansa Pulau Dewata di tanah Etam. Dari tarian, busana, hingga properti, semuanya dirancang menyerupai pesona khas Bali yang anggun dan sarat filosofi.

“Tema yang kami usung tahun ini adalah budaya Bali. Kami bekerja sama dengan Paguyuban Semeton Bali, dan mereka yang mengatur seluruh konsep penampilan, termasuk properti dan kostum,” ujar Sekretaris DPMPTSP, Vinson, sambil meninjau persiapan timnya.

Dalam kolaborasi ini, total ada sekitar 50 orang yang akan turun ke jalan. Dari DPMPTSP sendiri, sebanyak 11 pegawai menjadi barisan utama, sementara lainnya bertugas mendukung di bagian dokumentasi dan logistik. Selebihnya, para penampil dari Semeton Bali akan memamerkan tari-tarian khas, lengkap dengan busana adat, kipas, dan hiasan kepala berkilau.

“Kalau tahun lalu kami mengangkat budaya Dayak, tahun ini kami berganti menampilkan kekayaan budaya Bali,” kata Vinson. “Kami tidak menargetkan juara, yang penting bisa berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaik.”

Sabtu (25/10/2025) pagi, seluruh peserta dijadwalkan berkumpul di area persimpangan Ramayana sejak pukul 06.00 Wita. Namun sebelum itu, mereka akan menggelar gladi pagi terakhir di depan kantor DPMPTSP sebagai pemantapan akhir.

“Setelah gladi, kami langsung menuju area persiapan. Semua kostum dan perlengkapan sudah siap,” tambahnya.

Bagi DPMPTSP, partisipasi dalam BCC bukan sekadar tampil dalam parade budaya. Lebih dari itu, ada semangat kolaborasi dan penghormatan terhadap kekayaan tradisi yang tumbuh di Bontang. Dari Dayak hingga Bali, mereka ingin menunjukkan bahwa keindahan Nusantara hanya bisa bersinar ketika setiap budaya diberi ruang untuk hidup berdampingan.

“Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak muda, bisa melihat betapa indahnya keberagaman ini. Dari budaya, kita belajar saling menghargai. Itulah pesan yang ingin kami sampaikan lewat karnaval ini,” jelasnya. (adv/dpmptsp)

Penulis/Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *