Green Job Kukar Mulai 2027, Peserta Pelatihan Disiapkan Jadi Instruktur bagi Kelompok Lain

Dinas Transnaker Kukar merancang pola pelatihan berjenjang agar keterampilan yang diperoleh peserta bisa ditularkan kepada kelompok binaan lainnya. Program yang ditargetkan berjalan pada 2027 ini akan memprioritaskan keterwakilan masyarakat di zona hulu, pantai, dan tengah.

Gambar

Adakata.id, Tenggarong – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merancang program Green Job yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Program ini akan memprioritaskan keterwakilan kelompok binaan di tiga zona wilayah Kukar, yakni hulu, pantai, dan tengah.

Skema tersebut disiapkan untuk memperluas akses pelatihan keterampilan sekaligus menyesuaikan pembekalan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah. Peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya diharapkan dapat menularkan keterampilannya kepada kelompok lain.

Kepala Dinas Transnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan jumlah peserta belum ditetapkan karena pihaknya masih menunggu data kelompok binaan yang direkomendasikan oleh dinas teknis terkait.

“Yang jelas, yang kami prioritaskan nanti ada keterwakilan di setiap zona. Zona hulu, zona pantai, zona tengah,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Dendy menjelaskan, keterbatasan kuota pelatihan membuat program ini dirancang dengan pola pembekalan berjenjang. Artinya, peserta yang memperoleh pelatihan secara langsung diharapkan dapat berperan sebagai agen atau instruktur bagi kelompok lain di wilayahnya.

Ia mencontohkan, apabila terdapat 10 kelompok binaan dalam satu zona, tidak semua kelompok harus mengikuti pelatihan secara bersamaan. Kelompok yang mendapat kesempatan lebih dahulu akan menjadi perpanjangan tangan untuk membagikan keterampilan kepada kelompok lainnya.

“Misalnya satu kelompok, berarti satu kelompok 10 orang. Sepuluh orang itu nanti yang sudah mendapatkan pembekalan keterampilan akan menjadi agen atau instruktur bagi sembilan kelompok yang lainnya,” jelasnya.

Melalui pola tersebut, Transnaker Kukar berharap manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, meskipun jumlah peserta yang difasilitasi secara langsung masih terbatas.

Jenis keterampilan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran. Sejumlah sektor yang menjadi pertimbangan meliputi pertanian, perkebunan, dan perikanan, dengan memperhatikan potensi serta karakteristik masing-masing wilayah.

Dalam pelaksanaannya, Transnaker Kukar akan mengandalkan rekomendasi dari dinas teknis untuk menentukan kelompok sasaran dan jenis keterampilan yang dibutuhkan. Sementara itu, dukungan sarana usaha menjadi ranah dinas teknis terkait, sedangkan Transnaker berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan.

Saat ini, program Green Job masih dalam tahap perencanaan. Penganggarannya akan disusun dengan mempertimbangkan data dan usulan kelompok binaan yang masuk.

Jika berjalan sesuai rencana pada 2027, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperluas akses pembelajaran bagi kelompok lain. Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat menjangkau masyarakat di tiga zona Kukar sekaligus mendukung kemandirian kelompok binaan sesuai potensi wilayah masing-masing. (Am/Advdiskominfokukar)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *