
Adakata.id, Tenggarong – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kondisi ketahanan pangan daerah secara makro masih aman meski sejumlah wilayah pertanian terdampak kekeringan. Pemerintah daerah tetap menyiapkan bantuan pangan bagi warga yang mengalami penurunan produksi hingga gagal panen agar kebutuhan pangan rumah tangga mereka tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan puncak kekeringan yang terjadi pada Agustus tidak terlalu memengaruhi produksi pertanian secara keseluruhan. Kondisi tersebut, menurutnya, karena sebagian besar petani telah menyelesaikan masa panen.
Berdasarkan perhitungan dinas, luas lahan yang mengalami gangguan produksi, termasuk lahan dengan produktivitas rendah dan gagal panen, masih di bawah 1.000 hektare. Sementara itu, luas gagal panen pada komoditas padi sawah disebut tidak mencapai 10 persen dari total luas tanam.
“Kalau secara makro, sebenarnya aman. Tetapi ketahanan pangan itu bukan hanya bicara kondisi wilayah, melainkan juga masyarakat secara individu,” ujar Ananias.
Ia menegaskan, dampak kekeringan yang relatif kecil secara keseluruhan tidak berarti kerugian yang dialami petani dapat diabaikan. Warga yang mengalami gagal panen tetap membutuhkan dukungan agar memiliki akses terhadap pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kukar menyalurkan cadangan pangan pemerintah di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan sekitar 1,3 ton telah disalurkan di Kelurahan Panji, sedangkan penyaluran hampir dua ton untuk warga di Bonoragan masih dipersiapkan.
Di Sumber Sari, kebutuhan bantuan diperkirakan mencapai 18 ton dan masih dalam proses verifikasi. Pendataan juga dilakukan di Sungai Pimping, Loa Duri Seberang, untuk memastikan warga yang terdampak masuk dalam daftar calon penerima bantuan.
Ananias mengatakan, proses verifikasi dilakukan secara cermat dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai salah satu dasar pendataan penerima. Langkah ini diperlukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Walaupun persentase yang terdampak tidak terlalu besar, satu atau dua orang tetap harus kita intervensi. Mereka harus dipastikan bisa mengakses pangan dengan aman, cukup, dan berkualitas,” tegasnya.
Pemerintah daerah pun terus memantau kondisi masyarakat terdampak kekeringan, termasuk perkembangan penyaluran bantuan pangan di sejumlah lokasi. Upaya ini dilakukan agar ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan pangan di tingkat daerah, tetapi juga dari kemampuan setiap warga untuk memperoleh pangan yang cukup, aman, dan berkualitas. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












