Adakata.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong penyesuaian kualifikasi sertifikasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri lokal, khususnya pada sektor minyak dan gas bumi (migas) serta galangan kapal.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah biaya pelatihan dan sertifikasi welder atau tenaga pengelas. Pemkab Kukar menyebut pelatihan welder dengan kualifikasi 4G dapat membutuhkan biaya hingga Rp150 juta per orang. Di sisi lain, menurut Pemkab Kukar, kebutuhan pekerjaan di sejumlah galangan kapal di daerah tidak seluruhnya memerlukan kualifikasi tersebut.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan penyesuaian kualifikasi berdasarkan jenis pekerjaan perlu dibahas bersama pemangku kepentingan industri. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuat anggaran pelatihan lebih efisien sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Pelatihan welder 4G memakan biaya Rp150 juta per kepala, sementara galangan kapal kita di Kukar kebutuhannya tidak sampai 4G. Jika kelas dan standarnya kita turunkan sesuai kebutuhan riil, pembiayaan jadi lebih efisien dan kuota anak-anak lokal yang bisa dikirim pelatihan bisa berlipat ganda,” ujar Aulia Rahman Basri.
Pembahasan mengenai kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja tersebut dilakukan Pemkab Kukar bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Melalui program Kukar Siap Kerja, Pemkab Kukar berperan menjaring calon peserta, terutama pemuda dari keluarga yang masuk desil 1–5. Sementara pembiayaan pelatihan disebut berasal dari SKK Migas.
Pada akhir Oktober 2026, sebanyak 25 pemuda Kukar dari angkatan keempat dijadwalkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi teknis di Batam. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diarahkan untuk memasuki dunia kerja di sektor industri migas, termasuk perusahaan seperti PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Eni Indonesia.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar memperluas akses pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah berharap skema pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dapat meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja asal Kukar. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id








