Adakata.id – Pemadaman listrik secara bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat dan mendorong DPRD Samarinda meminta penjelasan langsung dari PLN terkait penyebab gangguan pasokan listrik.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari PLN mengenai faktor yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah tersebut.
DPRD Samarinda sebelumnya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengetahui kondisi yang terjadi. Selanjutnya, DPRD berencana memanggil Area Manager PLN untuk meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan pemadaman listrik.
“Kalau kita berbicara mengenai pasokan atau suplai batu bara, saya kira kita ini adalah daerah penghasil batu bara. Semestinya kita tidak perlu memiliki keraguan terhadap pasokan atau suplai batu bara,” kata Deni.
Menurutnya, DPRD ingin mengetahui secara jelas kendala yang dihadapi PLN, baik yang berkaitan dengan pasokan energi maupun faktor lain yang berpotensi menyebabkan pemadaman.
Deni mengatakan, penjelasan dari PLN penting agar pemerintah dan DPRD dapat menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat berdasarkan data dan fakta.
“Yang ingin kita pertanyakan adalah kendala apa yang menjadi hambatan dari pihak PLN. Mungkin nanti ketika kami bertemu, kami bisa mendapatkan jawabannya. Dengan begitu, kami dapat menyampaikan kepada masyarakat mengenai kondisi aktual yang terjadi di Kota Samarinda,” ujarnya.
Ia menilai persoalan pemadaman listrik perlu segera mendapat kejelasan. Terlebih, masyarakat Samarinda saat ini juga menghadapi sejumlah persoalan lain, termasuk tekanan ekonomi dan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah kota.
Meski demikian, Deni menegaskan DPRD Samarinda tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pemadaman sebelum memperoleh penjelasan resmi dari PLN.
“Saya mungkin belum bisa memberikan pernyataan mengenai apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya sebelum kami mendapatkan penjelasan langsung dari pihak PLN,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Samarinda telah meminta klarifikasi kepada PLN. Pertemuan dengan Area Manager PLN ditargetkan berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Sudah. Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan Area Manager PLN. Kami akan meminta agar dalam satu atau dua hari ini mereka dapat datang dan bertemu dengan kami,” ucapnya.
Deni menegaskan, DPRD menginginkan penjelasan yang konkret mengenai pemadaman listrik tersebut, bukan sekadar perkiraan mengenai penyebabnya.
“Yang pasti, kami ingin semuanya jelas. Kami tidak ingin hanya memperkirakan apa penyebabnya. Kami ingin mendapatkan jawaban yang konkret dan jelas, sesuai dengan data dan fakta yang ada,” jelasnya. (*)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












