SI KUMBANG Resmi Jalan, DPMPTSP Bontang Bidik Ekonomi Inklusif Lewat Kemitraan UMKM

Melalui skema agregasi yang melibatkan Koperasi Merah Putih, SI KUMBANG ditujukan untuk membuka akses UMKM lokal ke rantai pasok industri. Pemerintah memastikan program ini diperkuat Perwali agar manfaatnya berkelanjutan dan berdampak nyata.

DPMPTSP Bontang1497 Views

Adakata.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang meluncurkan program SI KUMBANG atau Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM. Program ini dirancang untuk memperkuat peran pelaku usaha kecil dalam rantai ekonomi industri di Kota Taman.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan selama ini kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya pola kemitraan yang kuat dan terstruktur antara perusahaan besar dan UMKM, ditambah rendahnya akses pasar serta ketiadaan skema kebijakan yang menjamin keberlanjutan kerja sama.

“Program ini diarahkan agar UMKM tidak hanya jadi penonton di tengah derasnya arus investasi. Kami ingin mereka ikut berperan dalam rantai pasok industri,” jelas Aspiannur, Kamis (13/11/2025).

Dalam skema SI KUMBANG, Koperasi Merah Putih berperan sebagai penghubung antara kebutuhan rantai pasok perusahaan besar dengan kapasitas produksi UMKM lokal. Dengan pola agregasi ini, perputaran nilai ekonomi di sektor industri diharapkan terserap lebih merata dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dengan pola ini, nilai ekonomi industri bisa lebih merata. UMKM lokal pun bisa tumbuh bersama industri besar,” tambahnya.

Program SI KUMBANG akan berjalan melalui tiga tahap. Tahap awal, penyusunan pola kemitraan selama dua bulan. Tahap menengah, penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pelaksanaan dalam 6–12 bulan. Tahap jangka panjang, pembentukan ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang ditargetkan terwujud dalam 1–2 tahun.

Aspiannur menekankan pentingnya keberadaan Perwali agar program tidak berhenti pada wacana. “Kita ingin dampaknya nyata. Pasar bergerak, UMKM naik kelas, dan peluang kerja terbuka. Kemitraan ini harus berkelanjutan, bukan seremoni,” tegasnya.

Ia menambahkan, SI KUMBANG sejalan dengan Asta Cita Presiden dan visi Bontang Berbenah yang menekankan penguatan koperasi serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Intinya sederhana, industri besar kuat, UMKM juga harus tumbuh. Ekonomi sehat hanya bisa tercipta kalau semuanya tumbuh bersama,” jelasnya. (Adv/dpmptspbontang)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *