
Adakata.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan peluncuran Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di 20 kecamatan pada Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar mulai mendistribusikan perangkat lunak sekaligus menyiapkan ruang pelayanan di kantor kecamatan.
Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, mengatakan distribusi perangkat lunak telah dimulai pada Oktober 2026. Pada saat yang sama, pihaknya melakukan peninjauan terhadap ruangan yang akan digunakan untuk mendukung operasional MPP Mini di setiap kecamatan.
“Mulai bulan ini kami sudah mendistribusikan perangkat-perangkat lunak itu ke 20 kecamatan yang ada di Kukar. Kami juga sudah mulai melihat ruangan yang nantinya akan digunakan untuk MPP Mini,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Alfian, peninjauan lokasi pelayanan telah menjangkau sekitar separuh dari total kecamatan di Kukar. Selanjutnya, DPMPTSP menjadwalkan pelatihan bagi operator di seluruh kecamatan pada November 2026 agar sistem dan prosedur pelayanan dapat berjalan sesuai rencana.
Alfian menjelaskan, MPP Mini tidak akan dibangun sebagai gedung pelayanan baru. Layanan tersebut akan memanfaatkan ruangan di kantor kecamatan dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi dengan MPP Induk di kompleks Kantor Bupati Kukar.
“Persepsinya kalau MPP Mini itu ada bangunan sendiri, padahal tidak. Sistem yang kita gunakan sekarang semuanya terintegrasi secara digital,” jelasnya.
Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan perizinan maupun nonperizinan dari kecamatan masing-masing tanpa harus selalu datang ke Tenggarong.
Untuk layanan yang masih memerlukan dokumen fisik, operator di kantor kecamatan akan membantu memeriksa kelengkapan persyaratan dan meneruskannya ke pusat pelayanan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses layanan administrasi pemerintah tanpa terkendala jarak.
Selain menyiapkan MPP Mini, DPMPTSP Kukar juga mengembangkan Metaverse Pelayanan Publik atau Metapers sebagai alternatif akses layanan digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat dari rumah.
Alfian mengatakan, Metapers masih dalam tahap pengembangan. Pada November 2026, pihaknya berencana melakukan penataan ulang sistem, menyusul sejumlah perubahan lokasi tenant atau penyedia layanan di dalam platform tersebut.
“Bulan November ini kita akan men-setting ulang untuk Metaverse-nya. Jadi, ada beberapa perubahan yang kita perbarui dan nanti akan digunakan untuk mendukung MPP Mini,” pungkasnya.
Dengan target peluncuran pada Desember 2026, Pemkab Kukar berharap MPP Mini dapat memperluas akses pelayanan publik hingga tingkat kecamatan. Kesiapan perangkat, operator, dan integrasi sistem digital menjadi faktor penting agar layanan tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan benar-benar memudahkan masyarakat. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












