
Adakata.id, Tenggarong – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat capaian pelayanan administrasi kependudukan pada 2026. Target nasional untuk cakupan dokumen kependudukan dan perekaman penduduk disebut telah terlampaui sejak September.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan capaian tersebut didukung upaya peningkatan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi. Salah satunya, program Bunga Desaku, yang berhasil lolos seleksi administrasi tingkat nasional dalam ajang inovasi pelayanan publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
“Program kita tahun ini sesuai arahan Bupati supaya bisa menunjukkan inovasi yang mewakili daerah. Alhamdulillah Kukar kemarin sudah masuk di Kemenpan-RB lolos sebagai peserta lolos administrasi untuk kategori multi karena layanan, namanya inovasi Bunga Desaku,” ujar Iryanto, Jumat (16/10/2026).
Menurut Iryanto, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Disdukcapil Kukar memperluas akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan. Pelayanan juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, sehingga warga dapat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus mendatangi kantor Disdukcapil setelah menyelesaikan perawatan.
Kerja sama yang sebelumnya dijalankan bersama RS Mulia Medika Samarinda kini diperluas dengan Rumah Sakit IAIS. Melalui skema tersebut, warga Kukar yang menjalani persalinan di rumah sakit mitra dapat memperoleh dokumen kependudukan bagi bayi mereka sebelum meninggalkan rumah sakit.
“Misalnya ibu melahirkan, anaknya sebelum keluar rumah sakit sudah dapat akta kelahiran, KK-nya dimutakhirkan, sudah menginput nama bayi dan NIK-nya, kemudian juga dapat KIA. Jadi programnya kita lebih mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Dokumen yang dimaksud meliputi akta kelahiran, pembaruan kartu keluarga (KK), nomor induk kependudukan (NIK), serta kartu identitas anak (KIA). Integrasi pelayanan ini diharapkan mempermudah keluarga dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan sejak kelahiran anak.
Selain meningkatkan pelayanan secara langsung, Disdukcapil Kukar juga mendorong digitalisasi administrasi kependudukan melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Upaya ini dilakukan dengan menggandeng jajaran kepolisian serta membuka gerai layanan di sejumlah kafe untuk menjangkau masyarakat, khususnya kalangan muda dan warga perkotaan.
Ke depan, Iryanto juga merancang inovasi IKD Plus, yang ditujukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam membantu kerabat mengaktifkan identitas digital mereka secara aman.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan IKD sekaligus mendukung pemutakhiran data kependudukan. Data yang akurat dan mutakhir juga penting untuk membantu penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Disdukcapil Kukar meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, baik melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan maupun pemanfaatan teknologi digital. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












