
Adakata.id, Tenggarong – Keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi tantangan dalam menjaga situs cagar budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk memperluas dukungan pelestarian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan dan komunitas yang berada di sekitar kawasan situs bersejarah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, M. Saidar, mengatakan pemerintah daerah selama ini berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan untuk menangani kerusakan pada objek bersejarah. Namun, keterlibatan pihak lain dinilai perlu diperluas agar pemeliharaan situs tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
Menurut Saidar, perusahaan yang beroperasi di kecamatan dengan keberadaan situs cagar budaya berpeluang dilibatkan dalam upaya perawatan. Skema tersebut diharapkan dapat mendorong tanggung jawab bersama dalam menjaga bangunan dan objek bersejarah di sekitar wilayah kegiatan usaha.
“Ke depan kita juga akan membuat program bagaimana setiap perusahaan yang ada di beberapa kecamatan yang memang di situ ada situsnya, mereka berkewajiban juga membantu untuk memelihara itu,” ujar Saidar, Jumat (23/10/2026).
Ia mencontohkan sebuah bangunan peninggalan Belanda di Sangatta yang kini digunakan sebagai kantor perusahaan. Bangunan tersebut tetap dirawat oleh perusahaan yang menempatinya.
Bagi Saidar, contoh tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran dalam pelestarian bangunan bersejarah, terutama ketika objek tersebut berada di kawasan aktivitas usaha.
Selain perusahaan, Disdikbud Kukar juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas dan lembaga lain. Meski demikian, rencana tersebut masih akan dijajaki lebih lanjut. Adapun kerja sama yang berjalan saat ini masih berfokus pada koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan.
Saidar menjelaskan, juru pelihara yang bertugas di sejumlah situs selama ini lebih banyak menjalankan perawatan rutin, seperti menjaga kebersihan kawasan. Sementara itu, kerusakan bangunan yang membutuhkan penanganan khusus dilaporkan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan untuk diperiksa dan ditindaklanjuti oleh tenaga ahli.
Ia berharap kolaborasi lintas pihak dapat dikembangkan untuk memperkuat upaya pelestarian cagar budaya di Kukar. Dengan dukungan perusahaan, komunitas, dan lembaga terkait, pemeliharaan bangunan bersejarah diharapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan meski anggaran pemerintah daerah terbatas. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id






