
Adakata.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berencana memperluas skema beasiswa tematik kesehatan pada 2027. Program ini disiapkan untuk membiayai pendidikan penerima hingga semester kedelapan, termasuk rencana dukungan biaya hidup, uang saku, serta jaminan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, mengatakan pengembangan program tersebut bertujuan mendukung pemenuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan sesuai kebutuhan daerah.
Pada pelaksanaan 2026, beasiswa tematik kesehatan menyediakan 156 kuota untuk sejumlah bidang, mulai dari dokter umum, perawat, bidan, ners, psikolog klinis, hingga dokter spesialis. Namun, dari total kuota tersebut, baru 32 yang terisi.
Kondisi itu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan minat calon penerima sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kuota yang tersedia.
Selain merancang penguatan skema beasiswa kesehatan, Pemkab Kukar juga menargetkan pendaftaran beasiswa 2027 dibuka lebih awal, yakni pada Februari atau paling lambat Maret. Jumlah penerima secara keseluruhan ditargetkan minimal sama dengan tahun ini, yaitu sekitar 3.300 orang.
Pembukaan pendaftaran lebih awal juga menjadi salah satu upaya mengatasi kendala yang muncul pada pendaftaran 2026. Saat itu, sejumlah mahasiswa lokal terkendala karena data mereka telah masuk dalam pendataan program Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Fathul mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi agar pendaftaran beasiswa kabupaten dan kota dapat dibuka sebelum pendaftaran program beasiswa tingkat provinsi dimulai.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi agar kabupaten/kota yang memiliki program beasiswa dapat membuka pendaftaran lebih dulu sebelum pihak provinsi membuka pendaftaran,” kata Fathul, Jumat (23/10/2026).
Melalui pengembangan skema beasiswa dan perbaikan jadwal pendaftaran, Pemkab Kukar berharap bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan lebih optimal. Khusus untuk bidang kesehatan, program ini diharapkan mampu mendukung pendidikan calon tenaga kesehatan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di daerah.
Meski demikian, rincian skema pembiayaan, persyaratan penerima, dan mekanisme jaminan bekerja untuk program beasiswa kesehatan 2027 masih menunggu kebijakan resmi pemerintah daerah. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id






