
Adakata.id, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong guru yang telah terlatih dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membagikan keterampilannya kepada rekan sejawat. Langkah ini diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari Festival Lokal Berdampak Gemini Academy Award 2026 yang melibatkan 200 guru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 20 kecamatan di Kukar.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan peningkatan kompetensi guru tidak cukup berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan. Guru yang telah memperoleh keterampilan dan sertifikasi sebagai coach atau trainer diharapkan turut membagikan pengetahuan serta pengalaman kepada tenaga pendidik lainnya.
“Bangun budaya belajar dan berbagi praktik baik,” ujar Heriansyah saat menyampaikan sambutan pembukaan festival di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, keberadaan guru yang telah terlatih di berbagai sekolah menjadi modal untuk memperluas penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar. Melalui pengimbasan, keterampilan yang dikuasai peserta pelatihan diharapkan dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh lebih banyak guru.
Program pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan dukungan sejumlah mitra, termasuk Refo Indonesia dan Google Partner Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas pendidik melalui proses kurasi yang, menurut keterangan dalam kegiatan, telah dirintis sejak 2019.
Dalam pelatihan ini, guru didorong mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk mendukung penyampaian materi secara lebih menarik dan interaktif. Salah satu penerapannya ialah pembuatan video pembelajaran yang dapat membantu guru menjelaskan materi sekaligus meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, Heriansyah mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus tetap disertai tanggung jawab. Guru perlu memperhatikan etika, perlindungan data pribadi, ketepatan informasi, serta pentingnya menjaga kemampuan siswa untuk berpikir secara mandiri.
“Gunakan AI secara bijaksana, etis, dan bertanggung jawab,” pesannya.
Melalui pelatihan dan pengimbasan yang berkelanjutan, Disdikbud Kukar berharap semakin banyak guru mampu memanfaatkan teknologi digital secara tepat dalam pembelajaran. Praktik baik yang dikembangkan juga diharapkan dapat dibagikan melalui komunitas belajar dan forum pengembangan kompetensi, sehingga manfaat pelatihan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id










