Lewat Chatbot TERA, DPMPTSP Bontang Uji Lompatan Baru dalam Layanan Perizinan Digital

Upaya digitalisasi perizinan di Bontang memasuki babak baru. DPMPTSP mulai menguji TERA (chatbot berbasis AI) yang memungkinkan warga, terutama pelaku UMKM, memperoleh informasi izin usaha tanpa antre dan tanpa membuka aplikasi satu per satu.

DPMPTSP Bontang1514 Views

Adakata.id — Upaya digitalisasi pelayanan publik di Kota Bontang memasuki fase baru. Setelah sistem perizinan online berjalan beberapa tahun terakhir, kini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memperkuat layanan dengan mengenalkan TERA (Teman Responsif Perizinan Anda) chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjawab pertanyaan perizinan secara real time.

TERA lahir dari tantangan klasik yang kerap dihadapi petugas perizinan: tumpukan pertanyaan dengan topik serupa, dari syarat berkas hingga lama proses administrasi. Meski seluruh informasi sudah tersedia dalam aplikasi perizinan digital, masyarakat masih kesulitan menemukan jawaban dengan cepat.

“Itu sebabnya TERA dibuat. Masyarakat tinggal bertanya lewat WhatsApp dan langsung mendapat jawaban otomatis,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Kamis (13/11/2025).

Tidak sedikit pelaku UMKM yang kerap terkendala pengetahuan soal perizinan ketika ingin membangun atau mengembangkan usaha. Kebingungan mengakses informasi menjadi salah satu faktor penghambat.

“Dengan hadirnya TERA, hambatan itu diharapkan terurai,” katanya.

Pengguna cukup memindai kode barcode untuk terhubung ke WhatsApp resmi TERA. Pertanyaan seputar izin usaha. Mulai dari regulasi, persyaratan, hingga dokumen akan langsung dibalas oleh sistem yang telah terhubung dengan data perizinan DPMPTSP.

“WhatsApp dipilih karena paling banyak digunakan warga. Kami ingin layanan ini bisa dijangkau oleh semua kalangan, termasuk pelaku usaha mikro,” jelas Siti, salah satu pejabat layanan.

Saat ini, TERA masih dalam tahap uji coba dan difokuskan pada pertanyaan-pertanyaan dasar perizinan. Meski begitu, keberadaannya dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat aliran informasi publik.

Jika uji coba berjalan mulus, bukan tidak mungkin TERA berkembang menjadi kanal layanan digital terpadu, bukan sekadar chatbot konsultasi, tetapi asisten perizinan yang dapat memproses permohonan awal hingga pengecekan status dokumen.

“Tujuan akhirnya jelas: layanan perizinan lebih cepat, lebih ringkas, tanpa birokrasi berbelit,” tegas Aspiannur. (adv/dpmptspbontang)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *