Tak Hanya Industri Kimia, Bontang Buka Jalan bagi Investasi Hijau dan Inklusif

Dominasi sektor industri kimia dasar yang mencapai lebih dari 90 persen dari total investasi mendorong Pemkot Bontang menata strategi baru. Targetnya jelas: menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan lewat diversifikasi sektor dan penguatan ekonomi lokal.

DPMPTSP Bontang2870 Views

Adakata.id — Kota Bontang bersiap melangkah ke babak baru dalam dunia investasi. Pemerintah Kota melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyiapkan arah kebijakan baru agar investasi di kota industri ini lebih berkelanjutan, inklusif, dan merata di berbagai sektor.

Langkah ini diambil untuk mengoreksi ketimpangan struktur ekonomi yang selama ini terlalu bergantung pada industri kimia dasar. Berdasarkan data triwulan III tahun 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di sektor tersebut mencapai 93,20 persen dari total investasi di Bontang.

“Capaian itu memang menunjukkan potensi besar, tetapi sekaligus sinyal bahwa ekonomi kita masih belum seimbang. Karena itu, kami mulai mendorong diversifikasi agar investasi tidak hanya terkonsentrasi di satu sektor,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, pemerintah kini tengah mengarahkan investasi baru agar ramah lingkungan dan lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang cepat namun tetap berkeadilan.

“Kami sekarang fokus pada konsep investasi berkelanjutan. Artinya, pembangunan harus membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas Aspiannur.

Selain industri kimia, sektor transportasi dan logistik mulai dilirik sebagai motor ekonomi baru. Data DPMPTSP menunjukkan, sektor transportasi telah menyumbang 2,51 persen dari total investasi, sementara sektor jasa lainnya menyumbang 1,78 persen.

“Pemkot tengah menyiapkan peta peluang investasi yang lebih luas untuk sektor-sektor pendukung tersebut, termasuk perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Untuk memperkuat arah baru ini, DPMPTSP juga gencar melakukan promosi investasi melalui kerja sama dengan berbagai asosiasi bisnis dan investor nasional. Strategi ini diharapkan dapat memperkenalkan Bontang sebagai kota investasi dengan ekosistem ekonomi yang seimbang antara industri besar, UMKM, dan sektor jasa.

“Kami ingin Bontang dikenal bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan sosialnya,” tutur Aspiannur.

Dengan arah kebijakan baru tersebut, Pemkot Bontang optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan berlangsung lebih merata dan berkelanjutan. Selain memperkuat daya saing, langkah ini juga diharapkan menjaga citra Bontang sebagai kota investasi unggulan di Kalimantan Timur. (adv/dpmptspbontang)

Penulis: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *