
Adakata.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Kualitas SDM dinilai menentukan kesiapan Kukar menghadapi peralihan dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri pembukaan Festival Lokal Berdampak Gemini Academy Award 2026 di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).
Menurut Aulia, visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik tidak hanya berorientasi pada pencapaian selama lima tahun masa pemerintahan, tetapi juga pada pembangunan fondasi jangka panjang bagi perekonomian daerah.
Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor non-ekstraktif, termasuk pariwisata, pertanian, dan ekonomi hijau berkelanjutan. Untuk mendukung peralihan itu, Kukar membutuhkan SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
“Untuk proses transformasi ini diperlukan sumber-sumber daya manusia yang hebat dan andal, dan yang bisa mewujudkan itu adalah satuan-satuan pendidikan kita,” ujar Aulia.
Ia menekankan bahwa satuan pendidikan, termasuk para guru, memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, penguatan kualitas pendidikan perlu menjadi perhatian bersama agar arah pembangunan Kukar dapat diwujudkan secara nyata.
Aulia mengingatkan, tanpa fondasi SDM yang kuat, visi pembangunan daerah berisiko hanya menjadi slogan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
“Ketika fondasi ini tidak bisa terbangun dengan baik, maka Kukar Idaman Terbaik ini hanya sebatas slogan semata,” tegasnya.
Selain penguatan kompetensi, Aulia menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, selama digunakan secara tepat dan diarahkan pada pengembangan kemampuan peserta didik.
Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk memperkuat kolaborasi. Sinergi antarpihak dinilai penting agar berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi bersama, tanpa terhambat ego sektoral.
“Yang kita mau bangun di Kutai Kartanegara bukan seorang superhero, akan tetapi kita ingin membangun super team,” ungkapnya.
Aulia berharap penguatan pendidikan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat melahirkan generasi yang mampu mendukung kemandirian ekonomi Kukar. Dengan SDM yang semakin berkualitas, daerah diharapkan lebih siap menghadapi perubahan struktur ekonomi ketika kontribusi sektor ekstraktif tidak lagi menjadi penopang utama. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












