Bontang Mulai Lepas dari Bayang Industri Kimia, Menuju Ekonomi yang Lebih Beragam

Setelah lama bergantung pada sektor kimia dasar, Bontang mulai mengubah arah. Pemerintah kota kini menyiapkan strategi investasi baru yang menekankan keberlanjutan, pemerataan, dan keterlibatan tenaga kerja lokal.

DPMPTSP Bontang2188 Views

Adakata.id – Selama bertahun-tahun, Bontang dikenal sebagai kota industri. Dua perusahaan raksasa kimia berdiri megah di tepi lautnya, menjadi jantung ekonomi dan penyumbang terbesar investasi daerah. Namun di balik geliat itu, tersimpan risiko besar: ketergantungan berlebihan pada satu sektor yang membuat roda ekonomi tak seimbang.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat, hingga triwulan III tahun 2025, investasi di sektor kimia dasar mencapai 93,20 persen dari total Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Angka fantastis, tapi juga alarm bagi masa depan.

“Dominasi ini menunjukkan potensi besar, tapi juga tantangan besar. Kita perlu memperluas sektor lain agar ekonomi lebih stabil dan inklusif,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Kamis (6/11/2025).

Kesadaran inilah yang kini menjadi titik balik. Pemerintah kota mulai mengarahkan kebijakan investasi ke arah baru—lebih ramah lingkungan, menyerap tenaga kerja lokal, dan membuka ruang bagi sektor jasa, perdagangan, serta transportasi.

“Pertumbuhan investasi ke depan harus berkelanjutan, bukan hanya cepat,” tegas Aspiannur.

Langkah itu mulai tampak dari pergeseran kecil di angka statistik. Sektor transportasi dan logistik, misalnya, mulai berkontribusi 2,51 persen dari total investasi, sementara sektor jasa lainnya menyusul di angka 1,78 persen. Persentasenya masih kecil, tapi arah barunya jelas.

DPMPTSP juga tengah menyiapkan peta peluang investasi yang menyoroti sektor-sektor pendukung industri. Tidak lagi hanya berfokus pada kimia dasar, tetapi juga membuka jalan bagi usaha transportasi, jasa, dan perdagangan lokal.

“Kami ingin Bontang dikenal bukan hanya karena industrinya, tapi juga karena keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan sosialnya,” ujarnya.

Upaya ini diiringi promosi aktif ke investor nasional dan asosiasi bisnis. Tujuannya, menarik investasi yang lebih beragam, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. (Adv/dpmptspbontang)

Penulis: Redaksi Adakata.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *