Adakata.id, Tenggarong – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pembinaan remaja melalui program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini menjadikan lingkungan sekolah dan organisasi kepemudaan sebagai ruang edukasi sekaligus pembentukan konselor sebaya.
Melalui PIK-R, remaja dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi teman sebaya yang dapat memberikan informasi serta dukungan awal dalam menghadapi berbagai persoalan remaja. Sasaran program ini adalah remaja berusia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah.
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan pendekatan melalui teman sebaya dinilai penting karena remaja terkadang lebih nyaman membicarakan persoalan pribadi dengan teman seusianya dibandingkan kepada orang tua atau guru.
“Anak remaja sering kali canggung bercerita ke guru atau orang tua. Dengan adanya konselor sebaya dari pengurus PIK-R yang sudah kita bekali, mereka bisa saling merangkul, memberi solusi masalah pertemanan, sekaligus menyuarakan misi penting: jauhi Narkoba, hindari seks bebas, dan cegah pernikahan dini,” kata Sri Lindawati, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, edukasi tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran remaja mengenai pentingnya merencanakan masa depan, termasuk kesiapan sebelum menikah dan memiliki anak.
DP2KB Kukar turut menempatkan pencegahan pernikahan usia anak sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang lebih siap. Sri menyebut kehamilan pada usia terlalu muda memiliki sejumlah risiko terhadap kesehatan ibu dan anak.
Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus mendorong kreativitas remaja, DP2KB Kukar rutin menggelar kompetisi inovasi PIK-R serta Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe).
Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendorong remaja menjadi agen perubahan yang dapat menyampaikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya.
“Alhamdulillah, Duta Genre perwakilan Kukar sukses masuk 5 besar terbaik di tingkat provinsi dan melaju ke tingkat nasional. Pasangan putra-putri kita di provinsi bahkan berhasil menyabet predikat Duta Advokasi dan Duta Favorit. Mereka inilah agent of change yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah di lapangan,” ujar Sri.
Menurut Sri, keberadaan PIK-R di sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Konselor sebaya diharapkan mampu menjadi ruang awal bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dengan pendekatan tersebut, DP2KB Kukar mendorong sekolah dan organisasi kepemudaan untuk terus memperkuat peran PIK-R sebagai ruang edukasi yang dekat dengan kehidupan remaja. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












