
Adakata.id, Tenggarong – Dampak ekonomi Pesta Laut Samboja masih dihitung Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perputaran uang selama kegiatan, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pergerakan sektor ekonomi kreatif.
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan proses evaluasi masih dilakukan tim setelah rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berakhir sekitar sepekan sebelum wawancara.
Menurutnya, penghitungan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pariwisata tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang terlibat selama acara berlangsung.
“Kami ingin mengetahui berapa besar perputaran uang selama kegiatan berlangsung, bagaimana peningkatan jumlah pelaku UMKM yang terlibat, serta sejauh mana sektor ekonomi kreatif bergerak selama acara tersebut,” kata Awang.
Selain menghitung aktivitas ekonomi, Dispar Kukar juga mengevaluasi paket kunjungan wisatawan. Hasil penghitungan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai dampak kegiatan terhadap sektor pariwisata dan aktivitas usaha masyarakat.
Pesta Laut Samboja tidak hanya menjadi bagian dari agenda pariwisata, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi melarung sesajen ke laut. Awang menjelaskan, tradisi tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Di sisi lain, Dispar Kukar tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program stimulus sepanjang 2026. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk pembiayaan kegiatan yang masuk dalam kalender acara, bukan berupa bantuan tunai dengan nominal tetap.
Awang menyebut besaran stimulus disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing kegiatan. Nilainya dapat mencapai sekitar Rp100 juta atau lebih, bergantung pada kebutuhan penyelenggaraan dan skala acara.
Sejumlah kegiatan yang mendapat dukungan di antaranya Pesta Laut Samboja, Erau Benamang, dan Reggae Fest. Selain melalui dukungan pembiayaan kegiatan, Dispar Kukar juga melakukan pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) melalui bimbingan teknis, pelatihan, dan sertifikasi.
Melalui evaluasi dampak ekonomi dan dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan, Dispar Kukar berupaya menilai manfaat event bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif. Namun, besaran perputaran uang serta dampak ekonomi Pesta Laut Samboja belum dapat dipastikan karena penghitungan tim masih berlangsung. (Am/Advdiskominfokukar)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Adakata.id












